17 Bencana Alam Yang Terjadi Di Indonesia - info

Tuesday, October 16, 2018

17 Bencana Alam Yang Terjadi Di Indonesia


       Indonesia sedang berada di Cincin Api Pasifik atau daerah dengan kemungkinan besar gerakan lempeng tektonik. Kemudian, Indonesia harus menghadapi bahaya berulang-ulang dari letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tsunami. Pada beberapa kejadian selama 17 tahun terakhir, Indonesia telah membuat berita global karena banyaknya bencana. Apalagi ada gunung berapi paling mengerikan di Indonesia. Serta gempa terbesar di Indonesia pernah terjadi.
Bencana di Indonesia menyebabkan kematian ratusan bahkan ribuan jiwa manusia dan hewan dan hilangnya habitat alami. Selain itu, efek dari bencana Alam ini  termasuk kerusakan  infrastruktur, dan dengan demikian menyebabkan kekacauan ekonomi.  Di sini, beberapa bencana yang dirusak di Indonesia pernah terjadi, sebagai berikut:

1. Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018


Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 adalah peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw[diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 5 meter di Kota  Palu, Korban 1.649 tewas (menurut BNPB per 7 Oktober 2018), 925 tewas (menurut Satgas Gempa-Tsunami Sulteng), 1.203 tewas (menurut ACT), 632 luka-luka, 100+ orang hilang


2. Gempa bumi Lombok Juli 2018
Gempa bumi Lombok Juli 2018 adalah sebuah gempa darat berkekuatan 6,4 Mw yang melanda Pulau Lombok, Indonesia pada tanggal 29 Juli 2018, pukul 06.47 WITA. Pusat gempa berada di 47 km timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 24 km.
Waktu awal *: 06:47:39 WITA (UTC+8), Korban: 20 tewas; 401 luka-luka; 10,062 rumah rusak
Kekuatan: 6,4 Mw,Lama: 10–20 detik,Gempa susulan: 524


3. Pidie Jaya Earthquake (6 Desember 2016)

Sebuah Magnitudo 6,5 gempa bumi melanda Pidie Jaya, Aceh Sumatra pada hari Rabu, 6 Desember 2016. Gempa ini disebabkan oleh suatu patahan yang tidak terdeteksi gempannya.
Kesalahan baru ini diindikasikan sebagai cabang dari Sesar Sumatra yang besar di dekat penghentian utara sesar. Gempa terjadi saat fajar, sementara banyak warga masih tidur nyenyak dan melakukan sholat subuh. Kemudian, ribuan penduduk berlari di jalan ketika gempa terjadi, dengan orang-orang di sana menyatakan bahwa banyak orang berteriak dan berdoa ketika trauma mereka dari gempa besar pada tahun 2004 diinduksi.Selain itu, Banyak yang percaya bahwa gempa itu sama dengan gempa tahun 2004. Ribuan warga bermigrasi ke bukit, berpikir bahwa tsunami akan terjadi.


4. Gempa Aceh (7 Desember 2016)

Pada tanggal 7 Desember 2016, sebuah gempa bumi berkekuatan 6,5 Mw mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Indonesia, pada pukul 5.03.36 Waktu Indonesia Barat. Pusat gempa berada di koordinat 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 kilometer tenggara Sigli, Pidie dan 2 kilometer utara Meureudu, Pidie Jaya pada kedalaman 15 km. Pusat gempa yang berada di daratan menyebabkan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.Gempa juga terasa di kabupaten tetangga seperti Pidie, Bireuen, hingga sampai ke Banda Aceh, Langsa, dan Pulau Simeulue.
Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sedikitnya 104 orang meninggal dunia akibat gempa ini.Sementara, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh menyatakan keadaan tanggap darurat provinsi untuk penanganan pascagempa di tiga kabupaten, yaitu Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.


5. Gunung Sinabung (Februari, 1, 2014)

Pada 1 Februari 2014, sebuah letusan lebih lanjut terjadi yang memuntahkan awan abu panas 2 kilometer ke langit dan menelan desa-desa sekitarnya.

Kemudian, diklaim bahwa setidaknya 20 orang tewas sebagai akibat dari letusan, yang terjadi setelah penduduk tinggal lebih dari enam kilometer dari gunung.

Jadi, ada izin untuk pulang karena rendahnya jumlah aktivitas gunung berapi baru-baru ini. Di antara korban tewas ada jurnalis televisi lokal dan empat siswa sekolah menengah bersama mentor mereka, yang datang ke gunung untuk melihat letusan pertama.

Delapan dari korban adalah anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, yang meninggal ketika mencoba menyelamatkan penduduk setempat ketika abu panas mengalir di Gunung Sinabung.

6. Gunung Kelud Letusan (Februari, 13, 2014)

Kelud lebih lanjut meletus pada 13 Februari 2014. Letusan itu memuntahkan abu vulkanik yang melindungi area dengan diameter sekitar 550 kilometer.
Asap Debu jatuh terjadi di atas bagian berat pulau Jawa. Letusan yang memicu sekitar 77.000 penduduk meninggalkan rumah mereka.Tiga orang tercatat meninggal. Itu tercatat setelah rumah mereka hancur dari penumpukan abu.Seorang lelaki tua juga menjadi korban menghirup abu, abu juga tercatat tiba di wilayah barat Jawa, di mana tanda-tanda abu vulkanik muncul di Bandung dan sekitarnya.


7. Gempa Yogyakarta (2 April 2014)

Gempa berkekuatan 4,1 melanda kota Yogyakarta pada hari Rabu, 2 April 2014. Insiden itu dirasakan di seluruh kota.Dengan banyak penduduk menyatakan gerakan tanah yang kuat terjadi selama sekitar 5 detik.

Tidak ada bukti kerusakan permukaan, korban atau kerusakan yang dinyatakan sejauh ini. Acara ini terletak di sepanjang fitur linier yang dianggap sebagai patahan yang rusak selama gempa Yogyakarta pada tahun 2006, yaitu kesalahan Opak.

Sekelompok orang Jepang dibantu oleh para ilmuwan Indonesia berkeliling daerah tersebut.Kemudian, itu membuktikan kurangnya retak permukaan dan menyimpulkan bahwa ekspresi kesalahan yang dapat diamati kemungkinan besar akan hancur karena iklim tropis.

Kemudian, ia mengakui berbagai lokasi secara luas dan preferensi untuk Sesar Opak yang dicatat oleh banyak lembaga seismologi.

8. Sangeang Api Volcano Eruption (30 Mei 2014)

Sebuah kompleks gunung berapi aktif di pulau Sangeang di Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia meletus pada hari Jumat, 30 Mei 2014. Gumpalan ini dianggap 4 km tinggi dan tersebar luas.

Pulau ini memiliki populasi nol, namun orang menggunakan tanah untuk pertanian di lereng gunung berapi. Namun, mereka telah diberitahu untuk pindah dari pulau itu sebelum letusan terjadi. Pemerintah telah menempatkan gunung berapi pada siaga tinggi sejak Juni 2013.

Tidak ada korban yang dilaporkan sejauh ini. Meskipun demikian, Penduduk Bima dan Flores menyatakan bahwa mereka merasakan gelombang kejut yang menandakan bahwa letusan adalah peristiwa eksplosif yang sangat besar.




9. Gunung Sinabung Letusan (Minggu, 15 September 2013)

Gunung Sinabung di Sumatra telah meletus pada hari Minggu, 15 September 2013, memuntahkan abu hingga 50 kilometer dari gunung berapi, memicu eksodus ribuan orang yang tinggal di sekitar gunung berapi.

Tidak ada tanda-tanda gempa bumi periodik sebelum erupsi. Namun, lembaga pemantau gunung berapi di Indonesia mengumumkan gumpalan kecil dari gunung berapi bersama dengan beberapa ratus gempa bumi kecil sejak pertengahan Agustus.


10. Banjir Papua Barat (2010)

Banjir Papua Barat disebabkan oleh hujan deras yang membanjiri sungai yang membanjiri tepinya, memicu tanah longsor.

Karena itu, beberapa warga telah bermigrasi ke kota Manokwari. Sejumlah besar sumbangan makanan telah salah dikirim ke kota lain dari banjir.

Meskipun migrasi massal penghuninya ke Manokwari. Pejabat dan LSM menyalahkan miskomunikasi atas kecelakaan itu.
Banjir yang terjadi menyebabkan banyak infrastruktur di Wasior hancur termasuk lapangan udara di Wasior, sementara kerusakan juga menimpa rumah warga, rumah sakit, jembatan , dan juga beberapa gereja. Kerusakan yang terjadi disebabkan banjir yang terjadi membawa serta batu-batuan besar, batang-batang pohon, lumpur.Bencana banjir bandang yang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh.
Banjir bandang juga menyebabkan 158 orang tewas dan 145 orang masih dinyatakan hilang. Sementara sebagian besar korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire.Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian.Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakan kapal laut.





11. Gunung Merapi (2010)


Letusan Gunung Merapi dikatakan oleh pemerintah sebagai yang terbesar sejak 1800. Aktivitas seismik di dekat gunung berapi meningkat dari pertengahan September dan seterusnya, dengan jumlah yang banyak dalam memuntahkan lava dan abu.

Ledakan Gunung Merapi dimulai pada Oktober 2010. Gunung Merapi terletak di Jawa Tengah, yang memulai serangkaian ledakan yang berlangsung secara sporadis selama November.

Abu ledakan besar terbentuk, mempengaruhi banyak abu menyebar ke lereng gunung berapi yang sebagian besar dihuni.

12. Gempa Sumatra (September, 31, 2009)

Gempa terjadi pada tanggal 31 September di lepas pantai Sumatra, Indonesia dengan kekuatan 7,7. Secara total, sekitar 135.600 rumah hancur, 65.500 rumah retak kecil dan 79.500 rumah rusak ringan.

Diperkirakan, 251.500 keluarga telah mengungsi akibat gempa bumi melalui total kehilangan rumah dan pendapatan mereka. Siaran pers pemerintah sampai saat ini telah mengkonfirmasi 1.215 orang meninggal, 1.314 orang terluka parah dan 1.788 terluka ringan.

13. Aliran Lumpur Sidoarjo (2007)
Ini tercatat sebagai gunung lumpur terbesar di dunia. Pelaku tunggal karena dikaitkan dengan ledakan gas alam yang dibor oleh PT Lapindo Brantas.

Meskipun, beberapa ilmuwan nakal dan pejabat perusahaan sangat mengakui itu disebabkan oleh gempa bumi baru-baru ini di Jogja.

Aliran lumpur Sidoarjo atau lumpur Lapindo adalah konsekuensi langsung dari semburan lumpur panas di kecamatan Porong, Sidoarjo di Jawa Timur. Telah meletus sejak Mei 2006. Bagi peneliti ilmiah, ini adalah kesempatan untuk menyaksikan transformasi fase geologis menuju pembuatan gunung lumpur.

Sebelumnya, ahli vulkanologi lumpur hanya bisa menganalisis lumpur gunung api yang terjadi di masa lalu. Sementara itu, Awal kejadian ini merupakan bencana besar bagi penduduk yang tinggal di sana, dengan penghancuran rumah mereka, properti, dan pendapatan mereka.



14. Pangandaran Gempa Bumi dan Tsunami (Juli, 17, 2006)

Gempa dan tsunami Pangandaran 2006 terjadi pada 17 Juli di sebuah pulau besar dan padat penduduk di kepulauan Indonesia. Kejutannya berkekuatan 7,7.

Tidak ada efek yang dapat diamati dari ruptur gempa karena kekuatannya yang ringan hingga sedang. Kehilangan besar nyawa akibat insiden itu disebabkan oleh dampak tsunami, yang membanjiri 350 km bagian dari garis pantai Jawa.

Selain itu, telah dihancurkan oleh gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia 2004 sebelumnya yang berada di lepas pantai Sumatera.


15. Gempa Nias-Simeulue (Maret, 28, 2005)
Gempa Nias-Simeulue 2005 terjadi pada 28 Maret. Insiden ini mendatangkan malapetaka di wilayah sekitarnya, yang telah dihancurkan oleh tsunami hebat yang disebabkan oleh gempa bumi Samudra Hindia 2004.

Namun, gempa ini menghasilkan tsunami kecil yang membuat kerusakan terbatas. Itu adalah gempa terkuat ketiga sejak 1965 di Indonesia.

Dengan sebanyak 925 orang telah meninggal, banyak di antaranya terletak di Pulau Nias.

Sementara itu, gempa terjadi selama sekitar tiga menit. Dalam satu hari setelah kejadian, ada sembilan gempa susulan besar yang tercatat, mencapai antara 6,0 dan 7,0.

Meskipun di sekitar episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004, ia merusak segmen megabai Sunda yang lain dan kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan tekanan yang terkait dengan kejadian sebelumnya.

 
16. Gempa dan Tsunami Samudra Hindia (Desember, 26, 2004)

Gempa Samudera Hindia 2004 terjadi pada 26 Desember. Pergerakan raksasa gempa yang terjadi di laut terjadi ketika Lempeng India bertabrakan dengan Lempeng Burma.
Kemudian, itu menyebabkan serangkaian tsunami dahsyat di sepanjang pantai garis pantai yang berbatasan dengan Samudra Hindia, meniadakan 300.000 orang di 15 negara. Serta membanjiri wilayah garis pantai dengan gelombang setinggi hingga 35 meter. Itu adalah salah satu bencana alam yang fatal dalam sejarah yang diketahui.
Di sisi lain, Indonesia adalah negara yang paling terpukul, diikuti oleh Sri Lanka, India, dan Thailand.




17. Gempa bumi Enggano (Juni, 4, 2000)

Gempa bumi Enggano terjadi pada 4 Juni dengan kekuatan 8 SR. Insiden terjadi di lepas pantai Sumatra selatan, Indonesia dekat Pulau Enggano.

Lebih dari 830 gempa susulan memicu eksodus massal di sekitarnya setelah itu. Kerusakan berat dan tanah longsor menghuni wilayah Bengkulu, dengan luka ringan dan kerusakan di Pulau Enggano.

Selain itu, di desa yang terkena dampak buruk, beberapa ratus rumah terlihat hancur.
Kemudian, bencana total dari gempa tidak banyak, tetapi rumah-rumah adalah struktur kayu sehingga mereka tidak merusak banyak karena mereka dapat menyerap gerakan gempa.


No comments:

Post a Comment