Butuh waktu sampai 2 tahun untuk Memulihkan Kota Palu - info

Thursday, October 11, 2018

Butuh waktu sampai 2 tahun untuk Memulihkan Kota Palu

     Pembangunan kembali Kota Palu setelah  dihancur oleh gempa bumi dan tsunami akan memakan waktu dua tahun, seorang pejabat bencana mengatakan pada hari Kamis, ketika pencarian korban yang dikubur di lingkungan yang dilumpuhkan mendekati akhir.

      Juru bicara lembaga bencana nasional, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan pada konferensi pers bahwa upaya pencarian dan pertolongan resmi diperpanjang satu hari dan akan berakhir Jumat."Karena tuntutan warga untuk memperpanjang pencarian korban, kami telah memperpanjang pencarian dan proses evakuasi selama satu hari," katanya.




          Para pejabat merencanakan shalat di daerah-daerah seperti Balaroa, Petobo dan Jono Oge di mana kekuatan gempa 28 September mencairkan tanah lunak dan merobek-robek lingkungan.

"Menilai kondisi sekarang, periode rekonstruksi akan dari 2019 hingga 2020," katanya. "Kami mengharapkan pemulihan penuh pada 2021."
         Badan itu mengatakan jumlah korban tewas resmi telah meningkat menjadi 2.073 pada hari Kamis, dengan sebagian besar korban jiwa di Palu.


     Secara resmi, 680 orang hilang tetapi para pejabat telah mengakui jumlahnya bisa beberapa ribu karena ratusan rumah tersedot ke bumi.
Organisasi Save the Children yang berafiliasi di Indonesia mengatakan mungkin ada 1.500 anak hilang.
"Anak-anak sangat rentan dalam bencana, dan berpikir bahwa begitu banyak orang tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa adalah patah hati," katanya dalam sebuah pernyataan.
      Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan periode bantuan bencana, yang akan berakhir pada hari Sabtu, diperpanjang dua minggu hingga 26 Oktober.
Petugas pemadam kebakaran, tentara, dan personel lainnya menggeledah reruntuhan Kamis dalam upaya terakhir untuk menemukan korban. Mereka juga membakar puing-puing dan excavator menggali sisa-sisa bangunan yang kusut.



    Alat berat belum dapat beroperasi di lingkungan tempat bumi berubah menjadi lumpur, menghambat upaya pencarian, dan banyak mayat telah membusuk di luar pengakuan karena panas tropis.
Beberapa Kilometer dari  garis pantai dihancurkan oleh tsunami yang mengikuti gempa, dengan rumah-rumah menyapu fondasi mereka, truk-truk kusut dan banyak kapal terdampar di pantai.









No comments:

Post a Comment