Korban Gempa dan tsunami Sulawesi meningkat melebihi 2.000 oang - info

Wednesday, October 10, 2018

Korban Gempa dan tsunami Sulawesi meningkat melebihi 2.000 oang


Tim Petugas penyelamat Gempa ,tsunami di Sulawesi meningkatkan pencarian korban di tingkatkan karena hari kamis pencarian akan dihentikan dan korban tewa sudah melebihi 2.000 orang
       Jumlah korban tewas akibat gempa dan sunami di Sulawesi telah bertambah melebihi 2.000 , dan pemerintah akan bersiap untuk mengakhiri pencarian korban ,dan  dikawatirkan masih banyak korban terkubur dalam lumpur dan puing-puing di daerah yang paling parah di Sulawesi.
     Juru bicara penanggulangan bencana Negara , mengatakan kepada wartawan bahwa korban yang ditemukan telah mencapai 2.010 orang dan pihak yang berwenang akan mengadakan doa pada hari kamis sebagai tanda akhir pencarian di daerah petobo,Balaroa dan Jono Oge , di lokasih ini Gempa mengakibatkan tanah Gembur dan mencair serta menelan rumah dan mengubur para penghuninya.
   Upaya untuk mengambil mayat, yang terkubur dalam lumpur sedalam 3 meter , tidak akan dilanjudkan karena medan yang sangat sulit dan dekomposisi tingkat lanjut yang membuat tubuh tidak dapat dikenali dan dapat menyebabkan kontaminasi.
"Pada tanggal 11 Oktober, kami akan mengadakan doa bersama di Balaroa, Petobo dan Jono Oge untuk mengakhiri evakuasi mayat," katanya pada suatu berita harian tentang upaya bantuan.
Sebagian besar jenazah telah ditemukan di Palu, di mana lebih dari 10.000 pekerja penyelamat terus menjelajahi hamparan puing-puing.
"Kami tidak yakin apa yang akan terjadi sesudahnya, jadi kami berusaha bekerja secepat mungkin," kata petugas penyelamat, Ahmad Amin, 29 tahun,karena mengacu pada tenggat waktu pencarian yang akan di hentikan. 
"Ada begitu banyak anak yang masih hilang, kami ingin menemukan mereka dengan cepat," kata Amin, yang berasal dari Balaroa dan memiliki kerabat yang belum ditemukan
Setidaknya sembilan ekskavator sedang bekerja melewati puing-puing Balaroa, memilih jalan mereka melalui bangunan-bangunan yang hancur dan kendaraan yang dilempari oleh tsunami.
Keputusan untuk mengakhiri pencarian pada hari Kamis,membuat amarah bagi beberpa kerabat yang saudaranya belum ditemukan tapi bagaimanapun juga mereka harus menerimanya.
"Selama mereka terus mencari, saya akan berada di sini setiap hari mencari anak saya," kata Rahman, yang mengatakan dia telah kehilangan tiga putra dalam bencana itu.
"Ini satu-satunya hal yang bisa saya lakukan, kalau tidak saya akan menjadi gila," katanya kepada Wartawan, sambil menahan air mata. "Jika mereka berhenti, apa yang bisa saya lakukan? Ada empat meter tanah di sini. Saya tidak bisa melakukannya sendiri."
        Sementara pencarian resmi akan berakhir, Nugroho, juru bicara badan bencana, mengatakan pihak berwenang tidak akan menghentikan penduduk desa untuk terus menggali reruntuhan untuk orang yang mereka cintai.
       Daerah-daerah yang terkena bencana , saat ini  terlihat seperti daerah kritis yang luas, dan akan diubah menjadi taman memorial untuk mengingat para korban dan orang-orang yang selamat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, katanya.
    Nugroho mengatakan bahwa badan penanggulangan bencana belum dapat memverifikasi perkiraan tidak resmi dari kepala desa di Balaroa dan Petobo bahwa 5.000 orang hilang di dua wilayah tersebut.
     Dia mengatakan wilayah itu telah mencatat 508 gempa susulan sejak gempa berkekuatan 7,5 SR, yang menyebabkan dinding raksasa air yang menghancurkan petak-petak tanah di Palu dan sekitarnya.
     Bencana itu menghancurkan lebih dari 65.000 rumah dan bangunan dan mengungsikan lebih dari 70.000 orang.Ribuan orang masih tinggal di tempat penampungan sementara dan tenda di Palu, tetapi kehidupan mulai kembali normal di beberapa daerah, dengan rencana untuk pembangunan kembali dilakukan, kata para pejabat.

No comments:

Post a Comment