Ba'asyir mendapatkan pembebasan bersyarat - info

Tuesday, January 22, 2019

Ba'asyir mendapatkan pembebasan bersyarat

        Rencana Pembebasan terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir mendapatkan banjir kritik dari public.Presiden  Jokowi menyatakan bahwa ulama harus menyatakan kesetiaan kepada ideologi negara Pancasila jika ia ingin dibebaskan.

    President Jokowi mengatakan pada hari Jumat bahwa pria berusia 80 tahun itu, yang diyakini berada di belakang pemboman Bali tahun 2002, akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan. Namun president menetapkan kondisi yang harus dipenuhi untuk pembebasan tersebut.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, pertimbangan kemanusiaan adalah ustaz Ba'asyir sudah sangat tua dan memiliki banyak masalah kesehatan,” kata Jokowi.

“Tetapi kami memiliki sistem hukum dan kami harus melalui mekanisme hukum untuk pembebasan bersyarat bersyarat. Kondisi untuk itu harus dipenuhi. Saya tidak bisa berbenturan dengan itu. Misalnya, kesetiaan kepada NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia], kesetiaan kepada Pancasila: Itu adalah prinsip dasar yang Harus dipegang. ”

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menggemakan pernyataan Jokowi.

"Ya, tentu saja “dia harus menerima Pancasila." kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan pada hari Selasa. “Jika tidak, itu berarti dia hanya penghuni liar  di negara ini. Jika dia berjongkok terlalu lama, dia mungkin akan diusir. ”

   Ba'asyir, yang telah berada di penjara sejak 2011 setelah menerima hukuman 15 tahun karena mendanai kamp pelatihan militer untuk teroris di Aceh, telah menolak menyatakan kesetiaan kepada Pancasila, yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 99/2012 sebagai syarat untuk memperoleh pembebasan bersyarat.

     Pengacara Ba'asyir, Yusril Ihza Mahendra, sebelumnya mengatakan Jokowi setuju bahwa Ba'asyir akan dibebaskan tanpa harus menyatakan komitmen apa pun kepada Pancasila.

“Saya berbicara dengan Jokowi tentang hal ini," katanya. "Kami telah berlari bolak-balik di Pancasila. Sementara kondisi Ba'asyir semakin buruk dan Presiden Jokowi mengerti. Karena itu, beliau  akan menyederhanakan mekanisme ini.

No comments:

Post a Comment