Anak-Anak Dipengunsian korban banjir jayapura jatuh sakit - info

Wednesday, March 20, 2019

Anak-Anak Dipengunsian korban banjir jayapura jatuh sakit


     Hujan Masih deras dan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Karena banjir masih berlanjud pada hari selaa di jayapura ,
Setidaknya 89 orang dilaporkan meninggal dengan 84 menderita luka serius pada hari ketiga hujan lebat yang melanda provinsi papua, lebih dari 6800 orang mengungsi di 15 penampungan di jayapura .Mereka kekurang pakayan , makanan .air bersih dan listrik yang tidak memadai. para korban yang selamat berlindung di sekolah-sekolah, gereja-gereja dan fasilitas-fasilitas milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).
      Untuk Saat ini   bantuan masih terus berdatangan dari sumber-sumber swasta dan pemerintah, para pengungsi masih membutuhkan makanan, minuman, dan pakaian bukan hanya kebutuhan dewasa , pengunsi juga membutuhkan susu untuk balita dibawah 5 tahun , ”kata sukarelawan Gustaf Griapon dari tempat penampungan Gunung Merah, seraya menambahkan bahwa tempat penampungan lain juga membutuhkan hal serupa.
Beberapa anak kehilangan orang tua mereka karena saat banjir bandang. Mereka membutuhkan layanan khusus seperti konseling dan bantuan dalam mencari kerabat dan anggota keluarga, kata Gustaf.


Beberapa ibu menyatakan prihatin tentang kondisi anak-anak mereka ketika mereka mulai jatuh sakit
“Anak saya menderita demam sejak Minggu pagi tetapi saya belum bisa membawanya ke pos kesehatan atau rumah sakit karena jalannya rusak,” kata Ance Wanimbo yang sedang berlindung di Gereja Imanuel di Kampung Toladan.
Warga meninggalkan rumah mereka dengan mengunakan speedboat, dari desa Yoka, kota Jayapura, yang tinggal di tepi danau.
"Jumlah korban terus meningkat karena daerah yang terkena banjir  sangat besar," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam sebuah pernyataan.

Sutopo mengatakan tim gabungan dari 23 institusi yang terdiri dari 1.613 personel telah dikerahkan ke Sentani untuk memberikan bantuan darurat bagi para korban banjir bandang.

No comments:

Post a Comment