Kota di Indonesia yang Rawan Gempa - info

Wednesday, March 13, 2019

Kota di Indonesia yang Rawan Gempa


Indonesia yang terletak ditengah-tengah daerah cincin api Pasifik mengakibatkan Beberapa daerah sangat rawan terjadi gempa and berada diatas lempengan tektonik sehingga terdapat banyak gunung berapi.

Gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami berketinggian 1,5-2 meter di Palu, serta gempa-gempa lain yang terjadi di sepanjang tahun ini harusnya membuat kita lebih sadar akan rawannya Indonesia terhadap gempa dan harusnya dari pemerintah indonesia sendiri mestinya lebih aggresif dalam menagani ini dimasa depan .
Mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi, hanya itu yang bisa kita lakukan,setelah kita mengenali daerah kita masing-masing dan mungkin itu akan lebih membantu pada saat peristiwa itu terjadi, dan belaja bagaimana menyelamatka diri.

1. Sesar Lembang di Bandung
Kota ini merupakan salah satu yang sangat ditakuti akan menjadi sumber gempa. dengan kawasan yang memanjang sepanjang 29 km dan berada pada 8 km utara kota Bandung , ini berpotensi menjadi sumber gempa dengan posisi membelah kota Bandung
2. Pesisir barat Sumatera
pada tahun 2009 gempa berkekuatan 7.6 SR melululantakkan Padang dan sekitarnya hingga memakan 1.117 korban jiwa. Dan Pada  11-03-2019 terjadi juga gempa dengan 4.6 SR tpi tidak mengakibatkan  korban jiwa Padang dan daerah di sekitar pesisir barat Sumatera terletak di kawasan bertemunya dua lempeng Eurasia dan Indo Australia. Sebab itu, ada baiknya warga Padang dan pemerintah bersiap dengan kemungkinan buruk akan terjadinya gempa lagi.
3. Bengkulu
Bengkulu merupakan salah satu Kota yang rawan gempa besar.Itu karena Bengkulu punya kawasan berpotensi gempa dari sesar Mentawai yang terletak di sekitar 100-200 kilometer sebelah barat pantai Sumatera. Kawasan potensi gempa itu terbentuk karena adanya perbenturan lempeng Samudera Hindia-Australia dengan lempeng Eurasia.  
Bengkulu setidaknya telah beberapa kali diguncang gempa, yakni pada 1883, 2000, 2007, dan 2016. Oleh karena itu, tidak ada salahnya warga Bengkulu bersiap dengan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi ke depannya.

4. Ambon
Georg Everhard Rumphius, salah satu warga Belanda yang lama tinggal di Ambon membuat manuskrip yang mencatat gempa terbesar di Ambon. Pada 17 Februari 1674, Ambon dan sekitarnya digoncang gempa dan disapu gelombang tsunami setinggi 80 meter dari Laut Banda. 

Ambon secara tektonik memang rawan gempa. Tataan Tektonik menunjukkan jika Ambon dan Pulau Seram diapit dua sumber gempa. Wilayah Utara Ambon didesak oleh zona subduksi Seram yang aktif dan dari Selatan ada struktur sesar yang dikenal dengan South Seram Thrust. 

Letak tektonik Ambon itu yang membuat wilayah ini menjadi salah satu kawasan yang 'ramah' gempa.
5. Sulawesi Utara Donggala dan Sulteng 

Baru Kemarin terjadi Gempa yang sangat dasyat di Donggala yang menelan banyak korban jiwa anak-anak dan dewasa , Sulawesi memang merupaka daerah yang rawan gempa dan tsunami
Gempa dan tsunami dahsyat pernah menerjang Manado pada 1837. Gempa itu terjadi disebabkan posisi  letak Manado yang berada di lajur patahan tektonik.
Bencana alam seperti gempa dan tsunami akan datang tanpa permisi. Namun, lewat ilmu pengetahuan kita bisa mengantisipasi datangnya musibah tersebut guna meminimalisir korban jiwa dan berharap indinesia menyediakan dana R&D untuk riset Gempa.
Persiapan bukan hanya perlu dilakukan oleh pemerintah dan peneliti, namun juga masyarakat sekitar. Kenali dengan betul wilayahmu yang berpotensi gempa guna bisa mengantisipasi kerugian, jiwa dan materi yang berlebih.
6. Jakarta
 Jakarta terletak di kawasan jalur gempa. Achraf Koulali, ahli geodesi Australia memaparkan telah menemukan sesar aktif, yang merupakan kepanjangan dari Sesar Baribis, melintang sekitar 25 km di selatan Jakarta. Pemaparan itu kemudian diamini oleh pakar geologi LIPI, Dr. Danny Hilman Natawidjaja.
Sesar aktif ini berkemungkinan akan menimbulkan gempa berkekuatan 7 SR yang bisa meluluhlantakkan Jakarta di masa depan.
7. Yogyakarta
Yogyakarta merupakan salah satu  kawasan yang tidak bisa dipisahkan dengan gempa. Gempa terakhir yang memorakporandakan Yogyakarta terjadi pada 2006, dengan korban jiwa sebanyak 6.652 orang. Tercatat ada lima gempa besar yang pernah menerjang Yogyakarta, di antaranya pada 1867, 1937, 1943, 1981, dan 2006. Dari data tersebut, tak menutup kemungkinan Yogyakarta bisa diguncang kembali oleh gempa dimasa depan .

5 comments: