Memukul Anak Bukan Jalan Yang tepat Untuk Disiplin - info

Tuesday, March 19, 2019

Memukul Anak Bukan Jalan Yang tepat Untuk Disiplin

Memukul Anak Karena Nakal tujuan Supaya Anak jadi lebih disiplin bisa menimbulkan masalah lain  yaitu : Prilaku antisosila, Agresip ,Cedera dan Masalah Kesehatan Mental Dan Kenyataanya tidakan itu tidak berfungsi pada tujuannya.
Ada beberpa tindakan yang mungkin dapat orang tua pertimbangkan untuk diterapkan pada Anak dari pada memukul Anak.

1. Terapkan Pikiran Positif 

Tanamkan Pikiran positive pada Anak ,ketika anak melakukan hal yang  benar berikan pujian ,sebuah pujian pencapaian dalam prestasi , Maka si Anak akan puas dan dalam langkah berikutnya , Anak akan meminta persetujuan orang tuannya setiap melakukan sesuatu karena dia akan dapat point yang Positif.
2. Membuat Persiapan
Apabila anda bepergian kesuatu tempat , siapkanlah apa yang perlu dan dibutuhkan anak anda , jika dia perlu bermain maka bawalah mainan yang anak butuhkan dan jika dia butuh makan siang maka persiapkan untuk makansiangnya dan juga jika dibutuh minum susu disana jangan lupa membawa perlengkapannya dan juga maalah tidur siang harus dipikirkan , kadang anak ada yang harus tidur dengan  bantalnya atau bonekannya ataupun selimut kesayangannya , membawa persiapan untuk kebutuhan anak itu akan lebih baik sebelum prilaku buruk si anak muncul dan orang tua menaganinya dengan cara yang tidak tepat.
3 Buat Aturan
Anda harus punya aturan.Anak akan belajar memahami  tiap - tiap aturan yang anda buat dan paham jika mereka tidak mengikutinya, terutama untuk anak-anak yang lebih besar. tpi aturan ini adalah aturan yang masuk akal dan hukuman yang diperlukan untuk pelanggaran , membuat aturan dirumah dan konsekuensinya akan membuat anak lebih konsisten dalam bertindak.
4. Konsisten
Jika peraturan telah dibuat makan pastikan Anak masih mengikutinya ,peraturan membereskan mainan sehabish bermain dan peraturan  cucitangan sebelum makan ,serta gosok gigi sebelum tidur harus dipastikan dilakukan setiap saat, karena aturan tidak berfungsi jika dilakukan secara selectif. Anak-anak perlu tau bahwa mereka tidak berubah dan konsekuensi  jika tidak mengikuti aturan tersebut.

5. Kebenaran dalam Konsekuensi
Semua orang perlu tahu perilaku buruk datang dengan konsekuensi bukan dengan tiba tiba.
prilaku yang terjadi jika tampa TV, jika tidak ada smartphone atau hal lain anak-anak perlu tau jika melanggar aturan adalah biaya Anda tidak perlu mempermalukannya atau memukulnya biarlah hukuman yang bertindak akan pelanggaran , bersikaplah tegas dan kosnsisten.


6 Berikan Mereka Waktu
ini adalah alat yang berguna dan efectif. jika anak telah melanggar aturan atau meregek terhadap suatu hal yang tidak begitu penting , mungkin untuk anak yang lebih dewasa biarkan lah mereka duduk dikursi dan Jangan berinteraksi dengan anak itu dan itu merupakan bagian besar dari hukuman dan setelah masa itu berakhir maka dia kita ajukan untuk minta maaf atas pelanggarannya dan apabila itu terjadi sama yang masih kecil biarkan dia menagis jangan langsung dibujuk sampai disadar kalau dia sudah dihukum atas pelanggarannya dan setelah masa itu selesai ,orang tua bisa berpelukan dan menjelaskan kembali yang semestinya.

 Baca Juga:
7.Berikan  Pelukan
Jika Anak Anak Nakal maka Akan dibilang Mereka Masih Anak-Anak , Tapi orang tua yang baik akan mendisiplinkan mereka.orang tua akan selalu mempromosikan prilaku yang baik untuk anaknya ,disaat mereka nakan dan melanggar aturan. Setelah  semua hal yang baik dan aturan disampaikan pada anak, lakukan lah pelukan kecil yang menunjukan anak-anak masih di cintai orang tuanya.

8. Pastikan Anda Dipahami
Saat Anda mendisiplinkan, jelaskan. Lihatlah mata anak Anda. Tenang dan ukur. Beri tahu anak itu apa yang harus dilakukan ("bereskan mainanmu ") dan yang tidak pelu dilakukan ("jangan memukul adekmu "). Jika mereka masih berkelakuan buruk, jelaskan konsekuensinya. Ikuti dengan cepat dan konsisten juga.

9. Tidak apa-apa untuk Bernegosiasi
Terutama dengan anak-anak yang lebih besar, cukup fleksibel untuk menegosiasikan disiplin dan hukuman dapat membantu semua orang. Melibatkan anak-anak dalam membuat keputusan menambah penilaian moral mereka. tapi untuk yang balita itu tidak berlaku karena balita tak mengerti.

No comments:

Post a Comment