Operasi Bandara Bali Normal Meskipun Pascaerupsi Gunung Agung - info

Friday, March 29, 2019

Operasi Bandara Bali Normal Meskipun Pascaerupsi Gunung Agung

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beroperasi secara normal meskipun Gunung Agung meletus pada Kamis malam karena wilayah udara di atas bandara telah dinyatakan bersih dari abu vulkanik berdasarkan tes kertas.

"Kegiatan dan operasi bandara di I Gusti Ngurah Rai tetap normal," kata kepala bagian komunikasi dan hukum bandara, Arie Ahsanurrohim, pada hari Jumat.

Gunung  Agung, di Kabupaten Karangasem, meletus pada hari Kamis selama dua menit dan 32 detik pada pukul 6.25 malam. Waktu Indonesia Tengah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status siaga di level tiga, dengan zona bahaya tetap berada dalam radius 4 kilometer dari kawah, mengingatkan publik, termasuk wisatawan, untuk menjauhi zona bahaya.

Letusan itu tidak menghalangi ratusan orang Bali yang berbondong-bondong ke Pura Besakih, kuil induk Bali, untuk berdoa. "Semua orang masih berdoa. Situasinya normal," kata Komang Suriadi yang berdoa di kuil pada Kamis malam bersama keluarganya.

Suriadi menambahkan bahwa letusan tidak dapat dilihat dari Besakih, yang berjarak sekitar 4 km dari kawah gunung berapi. "Cuaca mendung di Besakih. Jadi, kita tidak bisa melihat Gunung Agung," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada abu di daerah itu setelah letusan.

Namun, abu jatuh di desa Ban, yang berada di lereng Gunung Agung Letusan itu menyebabkan kepanikan di antara penduduk desa dan setidaknya 20 keluarga meninggalkan rumah mereka dan berlindung di kantor desa. Namun, mereka semua kembali ke rumah.

"Kami telah mendesak orang-orang untuk tidak panik. Kami telah berkoordinasi dengan PVMBG. Mereka menyatakan bahwa status siaga telah dipertahankan di level tiga, dan zona bahaya tetap 4 km dari kawah," kata kepala Badan Mitigasi Bencana Karangasem Ida Ketut Arimbawa .

No comments:

Post a Comment