Wakil Ketua DPR Republik Indonesia menerima suap Rp 4,8 miliar - info

Thursday, March 21, 2019

Wakil Ketua DPR Republik Indonesia menerima suap Rp 4,8 miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuduh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Taufik Kurniawan menerima suap Rp 4,8 miliar dari dua administrasi kabupaten Jawa Tengah pada 2016 dan 2017.

Tuduhan itu dibuat dalam persidangan kasus di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, pada hari Rabu.

Jaksa Eva Yustisiana mengatakan Taufik menerima Rp 3,6 miliar pada 2016 dari Kebumen untuk membantu kabupaten memperoleh dana alokasi khusus Rp 93,3 miliar.

Juga diklaim bahwa ia menerima Rp 1,2 miliar pada tahun berikutnya dari Purbalingga untuk pencairan dana alokasi khusus kabupaten Rp 40 miliar.

"Terdakwa Taufik sebagai wakil ketua DPR menawarkan dana alokasi khusus ke Purbalingga pada 2017," kata Eva.

Taufik dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah, Wahyu Kristianto, bertemu dengan Bupati Purbalingga Tasdi pada 18 Maret 2017, katanya.

Terdakwa dilaporkan berjanji pada waktu itu untuk membantu kabupaten memperoleh dana alokasi khusus dengan imbalan 5 persen.

Eva mengatakan, Taufik kemudian meminta komite anggaran DPR dan Komisi XI Dewan yang mengawasi perbankan dan keuangan untuk menambah Rp 40 miliar untuk dana alokasi khusus Purbalingga dalam anggaran 2017 yang direvisi.

Biaya Rp 1,2 miliar dilaporkan diserahkan ke Taufik di rumah Wahyu di Wanareja, sementara Rp 600 juta lainnya disalurkan ke anggota PAN Haris Fikri dan sisanya ke Wahyu.

Untuk Kebumen, dana alokasi khusus yang diusulkan adalah Rp 100 miliar, tetapi hanya Rp 93,3 miliar yang dicairkan. Suap ditetapkan Rp 3,6 miliar. Persidangan ditunda sampai minggu depan.

No comments:

Post a Comment