12 Anak SMA Keroyok Satu orang siswa SMP di Pontianak - info

Wednesday, April 10, 2019

12 Anak SMA Keroyok Satu orang siswa SMP di Pontianak

Infomediashare.com: Dunia pendidikan Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), tercoreng.Seorang siswi SMP berinisial AU menjadi korban pengeroyokan 12 siswa SMA
Akibat dari pengeroyokan Au (14) menjalani perawatan intensif di rumah sakit Pontianak
Bukan perawatan biasa, Au juga menjalani serangkaian rontgen untuk pemeriksaan tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui trauma yang diakibatkan dari pengeroyokan tersebut. “Korban masih belum dapat kami mintai keterangan, karena masih dirawat inap seminggu yang lalu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli”.

Polresta Pontianak yang menangani kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar di Kota Pontianak hingga saat ini masih belum menetapkan satu orangpun tersangka. Kasus yang baru dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban pada Senin (8/4) sore itu masih dalam proses pengembangan.

Husni menyebut, untuk pemeriksaan, pihaknya baru memeriksa orang tua korban. Sementara kemarin Selasa (9/4), pihaknya masih menunggu saksi yang ada pada saat itu berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Lokasinya berada di jalan Sulawesi, yang kemudian berlanjut di Taman Akcaya, jalan Abdurrahman Saleh. Semula korban berinisial AU dijemput oleh DE untuk diantar ke rumah sepupunya PP.

Sesampai di rumah PP, korban AU di bonceng PP, menggunakan sepeda motor. Sementara DE menunjukkan ke arah mana korban dibawa. Keduanya yakni AU dan PP, diikuti oleh dua sepeda motor yang tidak dikenal korban.

Saat berada di jalan Sulawesi, korban dicegat dan kemudian tiba-tiba dari belakang, terlapor TR menyiramkan air dan menarik rambut korban hingga korban jatuh ke jalan.
Setelah korban terjatuh, terlapor EC menginjak perut korban dan membenturkan kepala korban di jalan. Setelah kejadian tersebut, korban melarikan diri bersama sepupunya PP menggunakan motor dan dicegat kembali oleh TR dan LL di Taman Akcaya.
Di taman tersebut, korban dipiting oleh TR. Sementara LL menendang pada bagian perut korban. Namun saat kejadian, karena dilihat masyarakat sekitar para pelaku melarikan diri.


Sebetulnya, berdasarkan hasil yang didapatkan KPPAD, target pelaku bukanlah korban yang saat ini. Tapi kakak sepupu korban.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini.

Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," tambahnya.

KPPAD berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, karena dengan adanya proses hukum akan memberikan dampak kemudian hari pada mereka yang masih anak dibawah umur.

No comments:

Post a Comment