Meiliana divonis 18 Bulan penjara karena keluhkan suara azan - info

Tuesday, April 9, 2019

Meiliana divonis 18 Bulan penjara karena keluhkan suara azan


Medan: Mahkamah Agung telah menjatuhkan hukuman penjara 18 bulan untuk seorang wanita Buddha berusia 44 tahun yang dihukum tahun lalu atas tuduhan penistaan ​​agama.
Kasus Meiliana terjadi pada akhir Juli 2016 yang berawal dari permintaan kepada  masjid di dekat rumahnya di Tanjungbalai untuk mengecilkan suara azan.
Kepada pengurus masjid, ia mengatakan bahwa volume azan melalui pengeras suara tersebut "membuat telinganya sakit".
Permintaan Meiliana ini disebutkan "memicu "kemarahan warga dan menyulut kerusuhan".
Massa di Tanjung Balai membakar halaman depan Meiliana sementara dua dari empat anaknya berada di dalam rumahnya. Mereka melarikan diri dengan bantuan seorang tukang becak muslim yang kebetulan lewat saat itu.

Anggota gerombolan itu kemudian dipanggil sebagai saksi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan antara Juni dan Agustus tahun lalu.

Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara pada Januari 2017 menyatakan bahwa permintaan untuk mengurangi volume suara azan adalah bentuk "perendahan dan penistaan terhadap agama Islam".

Pengacaranya Ranto Sibarani mengatakan bahwa kliennya adalah "korban tipuan," Dan menyangkal dia membuat pernyataan itu. Dan mengatakan tidak ada bukti yang cukup terhadap Meiliana untuk menjalani  hukuman penjara.

"Tidak ada bukti bahwa dia melakukan penistaan. Kebohongan ini menyebar dalam waktu seminggu dan menghancurkan kehidupan seorang wanita Dan empat Anak Kecil

Menurut Sibarani  "Keputusan hari ini sangat berbahaya karena di masa depan itu berarti bahwa orang dapat menyebarkan informasi palsu yang akan mengarah pada hukuman yang salah di bawah hukum penistaan ​​agama."

Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia tetapi juga merupakan rumah bagi sejumlah besar minoritas Buddha dan Kristen.

Pernyataan yang diduga juga memicu beberapa kerusuhan ras terburuk sejak jatuhnya Suharto pada tahun 1998. Setidaknya 11 candi Budha dibakar di Tanjung Balai, tempat umat Buddha

No comments:

Post a Comment