Skyrmions pemrosesan data generasi berikutnya - info

Thursday, April 4, 2019

Skyrmions pemrosesan data generasi berikutnya

Para ilmuwan di Universitas Birmingham, Bristol dan Colorado, Boulder telah melangkah selangkah lebih dekat untuk mengembangkan perangkat penyimpanan dan pemrosesan data generasi berikutnya, dengan menggunakan ilmu yang muncul yang disebut skyrmionics.

Skyrmionics berfokus pada pemanfaatan sifat-sifat struktur berukuran nanometer dalam film magnetik yang disebut skyrmions. Ini berputar pada permukaan magnet seperti vortisitas kecil, dan para ilmuwan percaya mereka dapat digunakan untuk menyimpan jumlah data yang jauh lebih padat daripada saat ini dimungkinkan menggunakan teknik penyimpanan data magnetik yang ada di mana komputer modern saat ini bergantung.

Bentuk struktur skyrmion ini berarti data yang dikodekan di dalamnya juga dapat ditransfer menggunakan daya yang jauh lebih sedikit daripada yang saat ini dapat dicapai.

Tetapi mengatur struktur baru ini dengan cara yang membuat mereka mampu menyimpan dan mentransfer data telah terbukti menjadi tantangan.

Dalam sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam Nature Physics, tim peneliti dari ahli teori yang berbasis di Inggris dan para eksperimentalis yang berbasis di AS telah menunjukkan cara menggabungkan beberapa skyrmion bersama-sama dalam struktur yang mereka sebut 'tas skyrmion', yang memungkinkan pengemasan informasi yang jauh lebih besar di sistem skyrmion.

"Tantangan meningkatkan penyimpanan data kami menjadi semakin mendesak," jelas Mark Dennis, Profesor Fisika Teoritis di University of Birmingham dan penulis utama penelitian ini. "Kita akan membutuhkan pendekatan teknologi baru untuk meningkatkan jumlah data yang ingin kita simpan di komputer, ponsel, dan perangkat lain kita, dan tas skyrmion mungkin menjadi rute untuk ini. Daripada menggunakan kereta skyrmions tunggal untuk mengkodekan bit biner, masing-masing skyrmion tas dapat menampung sejumlah skyrmions, meningkatkan potensi penyimpanan data secara besar-besaran. "

Tim telah memodelkan teknik mereka dalam perangkat magnetik menggunakan simulasi komputer, dan berhasil mengujinya dalam eksperimen yang melibatkan kristal cair.

"Sangat menarik untuk melihat teknologi ini bekerja dalam kristal cair karena membuka kemungkinan baru untuk kemajuan di bidang-bidang seperti layar tampilan, sensor atau bahkan sel surya," tambah penulis utama, Dr. David Foster, di Universitas Bristol.

Skyrmions awalnya diusulkan sebagai model teoritis partikel fundamental oleh Profesor Tony Skyrme dari University of Birmingham pada 1960-an. Penelitian ini, yang didanai oleh Leverhulme Trust dan Departemen Energi AS, menunjukkan bagaimana ide-ide teoritis murni dalam fisika dapat mengarah pada teknologi baru yang inovatif.

No comments:

Post a Comment